SUARA ADZAN
Agus Cik Sabtu, 21 Juli 2018 pukul 23:00 WIB.
.
Aku terjaga dari kelelapan tidur di sebuah gedung pertemuan yang kami gunakan sebagai posko selama kami KKN. Aktivitas yang begitu sibuk beberapa hari ini membuat aku selalu terkapar di tempat tidur , lelap sebelum waktunya dan bahkan tanpa mimpi.
.
Terjaga di pagi buta oleh gelegar suara yang cukup asing tentulah bukan pengalaman yang menggembirakan. Adzan subuh tengah berkumandang , aku mengusap - ngusap mataku yang belun terjaga sempurna. Aku terduduk bersandar di dinding yang berwarna putih tanpa menggunakan baju hanya menggunakan kain sarung sebagai penutup tubuhku. Udara sangat dingin merasuk ke tulang - tulang seluruh tubuhku dan memandang kosong di ruangan yang gelap, ku lihat sekelilingku semuanya tertidur pulas. Hanya ada 1 orang yang sudah terbangun yang sudah menggunakan peci baju koko. Namanya Husni dialah satu - satunya yang bisa terbangun pas pukul 14:30 bahkan sebelum itu. Sekali - kali ia tendang kaki ku dengan maksud siapa aku terbangun dan menunaikan sholat Subuh. Tapi tendangan itu tak membuat ku beranjak dari kasur tidurku. Ia tetap berusaha membangunkan ku. Perlahan - lahan aku menyadari keadaan . Adzan subuh sedang berkumandang . Aku kini menyadari apa yang terjadi.
.
Aku tidak pernah sholat subuh dan memang tidak harus aku sholat subuh. Meski begitu , adzan berlaku sama bagi siapa saja yang mendengarkannya. Gelegarnya yang sedemikian desibel memang mampu membangunkan siapa saja , termasuk aku yang tidak harus sholat subuh. Iyaaaa....
.
Dalam keterjagaan yang tidak sempurna aku berpikir apa yang harus aku lakukan sepagi ini?? Semalam saja ku tidur pukul 01:00 tengah malam habis selesai membuat Telur Serujo untuk festival Toboaly City On Fire mewakili Desa Gadung?? Tidak ada . Pertanyaan ku aku reduksikan menjadi " apa yang harus aku katakan pagi ini ? Ternyata juga tidak ada ahhhhh....benar2 jengkel. Apa yang harus aku pikirkan mendengar adzan ini?
.
Entah dari mana bisikan itu , aku memilih untuk tersenyum sambil mendoakan mereka yang sholat subuh agar diberi senyuman indah aku beri ruang untuk kumandangkan adzan yang tidak lagi memekikkan telinga ,tapi merdu yang mendayu - dayu.
.
Aku terjaga dari kelelapan tidur di sebuah gedung pertemuan yang kami gunakan sebagai posko selama kami KKN. Aktivitas yang begitu sibuk beberapa hari ini membuat aku selalu terkapar di tempat tidur , lelap sebelum waktunya dan bahkan tanpa mimpi.
.
Terjaga di pagi buta oleh gelegar suara yang cukup asing tentulah bukan pengalaman yang menggembirakan. Adzan subuh tengah berkumandang , aku mengusap - ngusap mataku yang belun terjaga sempurna. Aku terduduk bersandar di dinding yang berwarna putih tanpa menggunakan baju hanya menggunakan kain sarung sebagai penutup tubuhku. Udara sangat dingin merasuk ke tulang - tulang seluruh tubuhku dan memandang kosong di ruangan yang gelap, ku lihat sekelilingku semuanya tertidur pulas. Hanya ada 1 orang yang sudah terbangun yang sudah menggunakan peci baju koko. Namanya Husni dialah satu - satunya yang bisa terbangun pas pukul 14:30 bahkan sebelum itu. Sekali - kali ia tendang kaki ku dengan maksud siapa aku terbangun dan menunaikan sholat Subuh. Tapi tendangan itu tak membuat ku beranjak dari kasur tidurku. Ia tetap berusaha membangunkan ku. Perlahan - lahan aku menyadari keadaan . Adzan subuh sedang berkumandang . Aku kini menyadari apa yang terjadi.
.
Aku tidak pernah sholat subuh dan memang tidak harus aku sholat subuh. Meski begitu , adzan berlaku sama bagi siapa saja yang mendengarkannya. Gelegarnya yang sedemikian desibel memang mampu membangunkan siapa saja , termasuk aku yang tidak harus sholat subuh. Iyaaaa....
.
Dalam keterjagaan yang tidak sempurna aku berpikir apa yang harus aku lakukan sepagi ini?? Semalam saja ku tidur pukul 01:00 tengah malam habis selesai membuat Telur Serujo untuk festival Toboaly City On Fire mewakili Desa Gadung?? Tidak ada . Pertanyaan ku aku reduksikan menjadi " apa yang harus aku katakan pagi ini ? Ternyata juga tidak ada ahhhhh....benar2 jengkel. Apa yang harus aku pikirkan mendengar adzan ini?
.
Entah dari mana bisikan itu , aku memilih untuk tersenyum sambil mendoakan mereka yang sholat subuh agar diberi senyuman indah aku beri ruang untuk kumandangkan adzan yang tidak lagi memekikkan telinga ,tapi merdu yang mendayu - dayu.
Komentar
Posting Komentar